
Gubernur Ansar Paparkan Kemudahan Investasi FTZ BBK
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, memaparkan berbagai keunggulan dan jaminan kemudahan berinvestasi di kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam, Bintan, Karimun (BBK) pada forum investasi digelar di Singapura, Kamis (17/11/2025).
Joint Investment Promotion Event: Investment Opportunities and Business Regulations in the Batam, Bintan, and Karimun (BBK) Free Trade Zone merupakan forum yang menjadi bagian dari kerja sama Working Group Batam, Bintan, dan Karimun (WG BBK) yang diinisiasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan mendorong investasi berkualitas.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo, Chairman Singapore Economic Development Board Png Cheong Boo, serta ratusan pelaku usaha dan calon investor dari Singapura.
Dalam paparannya, Gubernur Ansar menjelaskan bahwa perekonomian Kepulauan Riau berada pada tren pertumbuhan yang kuat. Ia memaparkan bahwa ekonomi Kepri pada triwulan ketiga 2025 tumbuh 7,48 persen (yoy), tertinggi di Sumatra dan ketiga tertinggi secara nasional.
Pertumbuhan itu didorong oleh sektor manufaktur, pertambangan, dan realisasi investasi yang terus meningkat. Hingga triwulan ketiga 2025, Kepri membukukan realisasi investasi sebesar Rp48,90 triliun, melampaui target daerah dan mencapai lebih dari 84 persen target nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri sangat solid dan menunjukkan kepercayaan yang besar dari investor. Realisasi investasi yang terus naik memperlihatkan bahwa iklim usaha kita semakin kompetitif dan menarik,” ujar Gubernur Ansar.
Ia juga menekankan bahwa FTZ BBK memiliki keunggulan strategis dibanding kawasan lainnya di Indonesia, terutama karena kedekatannya dengan Singapura. Ansar menjelaskan bahwa Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang memiliki karakteristik ekonomi yang saling melengkapi, mulai dari industri berat, manufaktur teknologi, pariwisata internasional, logistik, hingga pusat ekonomi kreatif.



